Gunung Toba purba adalah gunung tertinggi di dunia di masa prasejarah, pada
saat itu ketinggian gunung Toba mencapai 11.768 meter di atas air laut (mdpl).
Letusan gunung toba pertama di masa purba terjadi di tahun 797.988 sebelum
masehi, letusan dasyat itu menghasilkan kaldera
di selatan gunung Toba, tepatnya didaerah Prapat dan Porsea sekarang, sekaligus
mengubur kejayaan kerajaan Alengka.
Letusan kedua terjadi di tahun 487.589
sebelum masehi, letusan ini tidak sebesar letusan pertama, dan menghasilkan
kaldera di utara gunung Toba, tepatnya di daerah Haranggaol dan Silalahi
sekarang, dan letusan ketiga yang terjadi ditahun 61.558 sebelum masehi, adalah
letusan terbesar dari gunung Toba purba, letusan ketiga itulah yang menyatukan
kaldera di utara dan selatan, hingga membuat sebuah kaldera yang sangat besar, kaledra
itu kemudian menjadi sebuah danau, kemudian munculah anak gunung Toba di
tengah-tengah danau yang sekarang dikenal dengan nama pulau Samosir.
Letusan ketiga bukan hanya semakin mengubur sebagian peradaban kejayaan
Nusantara, tetapi juga mengakibatkan perubahan yang sangat besar di seluruh
penjuru dunia, karena letusan ketiga itu memicu terjadinya zaman es, kegelapan
berlangsung selama lebih dari 10 tahun, sinar matahari tertutup debu vulkanik
yang mengambang di atmosfir, hingga suhu di bumi menjadi turun drastis,
sebagian besar permukaan lautan membeku, banyak ras Asura yang meninggal dan
bermigrasi pada saat itu, dan ini hanya secuil kisah kehebatan gunung toba yang
letusannya bisa mengubah zaman.
Foto
satelit tampak kaldera gunung Toba dan pulau samosir

No comments:
Post a Comment