Gunung Bromo sekarang adalah sebuah gunung yang terletak di kawasan Tengger yang masih dipercayai oleh suku Tengger sebagai gunung suci, setiap setahun sekali suku Tengger masih melakukan upacara persembahan untuk putra Dewa Brahma yang disebut upacara Kasodo.
Gunung Bromo dan suku Tengger sendiri dua hal yang tak terpisahkan,
sebab nama Tengger itu sendiri adalah bagian legenda dari Roro Anteng dan Joko
Seger yang merupakan legenda turun temurun yang di percayai suku Tengger
sebagai nenek moyang suku Tengger.
Gunung bromo sekarang yang tingginya 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) adalah anak gunung Bromo purba
yang tingginya 5.768 meter di atas permukaan laut(mdpl), letusan
terbesar terakhir bromo yang menimbulkan kaldera seluas kurang lebih 100 kilo
meter persegi yang berupa lautan pasir dan sebagian padang rumput, terjadi pada
tahun 197.980 sebelum masehi, dan turut andil dalam hilangnya sejarah
peradaban kerajaan Bali purba.
Gunung Bromo di masa purba adalah tempat para Asura pemuja Dewa Brahma untuk
melakukan ritual persembahan, dulu para Asura di kerajaan Bali sebagian besar
adalah pemuja Dewa Brahma, sebagian lagi pemuja Dewa Siwa, dan hanya sebagian
kecil saja yang menjadi pemuja Dewa Wisnu, kebiasaan Asura di Bali yang hingga
saat ini dilakukan adalah upacara pembakaran mayat yang sekarang di sebut Ngaben,
dahulu jenasah para Asura di bakar untuk mengembalikan para Asura yang sudah
meninggal supaya kembali ke asal unsur penciptaannya yaitu api, dan api yang
dianggap mempunyai sifat mensucikan, sehingga dengan dibakarnya Asura yang
meninggal, juga akan membersikan dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia
lakukan.
Perbedaan Ngaben dulu dan sekarang, jika dulu para Asura
membakar mayat saudaranya, tidak akan ada abu jenasah yang tersisah, karena
jasadnya menguap bersama api, sedangkan sekarang jasad yang di bakar dengan
upacara Ngaben, akan meninggalkan abu jenasah, hal ini di karenakan
sudah bercampurnya keturunan ras Asura dan ras Adam, sehingga unsurnya sudah
tidak murni dari api lagi, bahkan lebih dominan unsur tanah.
Foto
tampak kaldera gunung Bromo dengan anak gunung bromo sekarang

No comments:
Post a Comment