Pulau
Sulawesi sekarang
Sulawesi yang sekarang di kenal sebagai pulau Sulawesi yang terletak
disebelah timur pulau Kalimantan, jauh di masa purba Sulawesi sudah
berpenghuni, tepatnya di tahun 291.983 sebelum masehi, Sulawesi di kuasai oleh
para Asura yang bentuknya Triwikramanya setengah manusia dan setengah hewan, Rajanya
adalah Asura yang berbentuk Triwikrama Ular Naga raksasa dengan tubuh dari besi,
tetapi penampakan biasa sama seperti manusia pada umumnya, penampakan Ular Naga
Raksasa itu hanya terjadi dalam keadaan Triwikrama, merujuk dari bahasa Sansekerta,
arti dari Sulawesi sendiri adalah Sula yang artinya Ular, Wesi yang artinya Besi,
jika di gabungkan maka berarti ular besi.
Naga Asura itu memiliki dua saudara, satu perempuan dan satu laki-laki,
di zaman purba keRajaan tersebut bernama Cakrapurasta, yang mempunyai pusat keRajaan
di gunung Bambapuang, salah satu kelebihan dari Asura di Sulawesi adalah mahir
dalam ilmu sihir, dan hingga saat ini ilmu itu masih diturunkan secara
turun-temurun oleh suku-suku yang berada di Sulawesi, salah satu suku yang
terkenal memiliki ilmu sihir adalah suku Kajang Amma Toa di Bulukumba, ajian
pancasona dan rawa rontek yang sangat ditakuti dan terkenal di jawa bersumber
atau mengadopsi ilmu sihir dari Sulawesi purba.
Naga Asura itu sendiri memiliki nama asli Nagapaksa, yang pada saat itu
menjadi penguasa di Bambapuang, adik laki-lakinya di beri kekuasaan di Tana Toraja,
Sulawesi bagian selatan, sedang adik perempuannya menjadi penguasa di daerah
Luwu Palopo.
Masyarakat Bugis Makasar dan Mandar mempunyai darah keturunan dari
Nagapaksa, hingga saat ini masyarakat Bugis dan Mandar terkenal dengan
kegigihannya, sifat konsisten yang pantang menyerah diturunkan turun-temurun melalui
sifat Nagapaksa yang gigih tetap bertahan menjaga gunung Bambapuang walaupun
dengan resiko harus kehilangan nyawanya.
Sedangkan suku Kajang di Bulukumba memiliki garis keturunan dari adik
perempuan Nagapaksa yang memiliki anak bernama Amma Toa, yang kemudian di
percaya sebagai nenek moyang suku Kajang, Amma Toa sendiri memiliki Ilmu Sihir
yang sangat mumpuni, Ilmu tersebut di dapat dari ibunya sebagai bekal untuk
mempertahankan diri, selain Ilmu sihir, Amma Toa juga memiliki kemampuan untuk
menjaga makanan tetap awet dalam waktu yang lama.
Suku yang berada di Tana Toraja memiliki garis keturunan dari adik
laki-laki dari Nagapaksa, yang mempunyai istri bernama Sondabilik, dan
menghasilkan keturunan yang menjadi Raja-Raja secara turun temurun di Tana Toraja.
Hubungan keluarga di masa lalu lah yang menjaga keharmonisan masyarakat di Bulukumba, Makasar, Mandar,
Bambapuang dan Tana Toraja tetap rukun dan hingga saat ini.
Nama-nama tokoh yang tertulis dalam kisah Sulawesi ini penulis ambil
dari kitab kuno berbahasa Sansekerta, bisa jadi dalam prasasti atau kitab-kitab
lain muncul dengan nama tokoh yang berbeda, tetapi nama-nama tokoh yang penulis
gunakan tidak mengurangi isi dan kandungan serta alur cerita yang terjadi di
Sulawesi, dalam kisah lain nama Nagapaksa disebut dengan sebutan Wellangdilangi,
hal itu adalah suatu yang sangat wajar karena perbedaan bahasa dan dialek, seperti
halnya nama Bima dalam versi India dan Werkudara dalam versi Nusantara, dalam
versi India Bima memiliki Istri bernama Hidimbi, sedang versi Nusantara bernama
Arimbi.
Hilangnya Sulawesi purba
Punahnya kerajaan purba di Sulawesi tak lepas dari peran meletusnya
gunung Bambapuang, Nagapaksa sendiri berumur sangat panjang hingga generasi
ketujuh Nagapaksa tetap menjadi penguasa di Bambapuang.
Meletusnya gunung Bambapuang sama sekali tak membuat Nagapaksa takut,
dia sudah bersumpah akan tetap tinggal di gunung hingga akhir hayatnya, dengan
meletusnya gunung Bambapuang meledak pulalah tubuh Raja naga raksasa Nagapaksa.
Setelah itu datanglah ras keturunan Adam dan berbaur dengan para
keturunan Asura yang masih tersisa, dan muncullah kerajaan-kerajaan baru di era
setelah masehi, tercatat kerajaan tertua di Sulawesi periode setelah masehi
adalah kerajaan Luwu, kisah lengkap tentang kerajaan Luwu akan di bahas di buku
yang lain, yang akan fokus mengupas tuntas sejarah kerajaan-kerajaan di
Nusantara di era kejayaan Nusantara setelah masehi.
Sejak abad ke 13 Sulawesi di kenal sebagai sumber mineral besi terbesar
di dunia, hal itu tidak lepas dari peristiwa meletusnya gunung Bambapuang yang
mengakibatkan meledaknya Nagapaksa yang tidak mau meninggalkan gunung yang
ditinggalinya, sehingga tubuh dari Nagapaksa yang terbuat dari besi itu ikut
meledak dan menyebar keseluruh wilayah Sulawesi.
Gunung
Bambapuang yang sekarang hanya berupa bukit

No comments:
Post a Comment