Menurut
wikipedia Bali baru di huni sekitar tahun 3000-2500 SM yang bermigrasi dari
Asia, dan lagi-lagi di gambarkan sebelum tahun tersebut Bali itu tidak
berpenghuni, sekarang coba di baca dalam kitab-kitab Purana, disitu di ceritakan Bali sudah memiliki kerajaan sebelum
zaman Tetra Yuga, dalam kitab Purana
di kisahkan Shri Wisnu menjelma sebagai Wamana, seorang biksu kecil yang datang
ke Bali karena pada saat ini Raja Bali mengundang seluruh brahmana untuk diberi
hadiah, Raja Bali dan keturunannya adalah keturunan dari Prahlada, Prahlada
sendiri adalah seorang Asura anak dari Hiranyakasipu yang di asuh oleh
Narayana.
Awalnya Sukracarya yang pada waktu itu adalah guru
para raksasa sudah menasehati Raja Bali untuk tidak memberikan hadiah pada
brahmana, tetapi Raja Bali tidak mengindahkannya. Kemudian dilakukanlah
pemberian hadiah kepada para brahmana, karena Raja Bali merasa mempunyai
segalanya, apa yang dimilikinya tidak akan habis, Setelah semua para brahmana
yang berusia tua sudah mendapat hadiah, tiba giliran Wamana seorang brahmana
kecil penjelmaan Dewa Wisnu meminta hadiah pada Raja Bali, waktu itu Raja Bali
yang lupa nasehat dari Sukracarya, menyanggupi apapun yang diminta Wamana,
brahmana kecil itu kemudian meminta tiga jengkal tanah yang di ukur dengan tiga
langkah kakinya, melihat tubuh kecil Wamana, sambil tertawa Raja Bali mengiyakan
permintaan Wamana, kemudian Wamana berubah menjadi sangat besar, langkah kaki
pertama, Wamana menginjak surga, langkah kaki kedua menginjak bumi, dan sudah
tidak ada lagi lahan untuk di pijak, akhirnya Raja Bali menyerahkan kepalanya
sebagai pijakan Wamana, akhirnya Raja Bali sadar dia sudah terlalu sombong, Wamana
yang takjub atas kedermawanan Raja Bali kemudian berjanji, kelak wilayah Bali
akan menjadi tanah yang terjaga dan terlindungi, kisah lengkapnya bisa di
temukan dalam kitab Bhagawatapuran.
Raja Bali adalah keturunan dari Prahlada, anak dari Lilawati istri dari Hiranyakasipu, Prahlada di asuh oleh
Batara Narada, sehingga semua keturunannya menjadi pemuja Dewa Wisnu, dan menjauhi
sifat-sifat raksasa ayahnya, dengan bakti yang tulus dari Prahlada menunjukkan
bahwa sikap seseorang bukan ditentukan dari golongannya, ataupun bukan karena
berasal dari keturunan yang jelek atau baik, melainkan dari sifat pribadinya
masing-masing. Meskipun Prahlada seorang keturunan Asura, namun ia juga seorang
pemuja Dewa Wisnu yang taat.
Sampai saat ini sesuai janji yang diberikan Dewa Wisnu kepada Raja Bali,
wilayah Bali menjadi tempat yang terpelihara dan terlindungi, baik adat budaya
dan kepercayaannya, mestipun banyak warga asing yang berkunjung ke sana, Bali tetap
terjaga.
Penjelasan dari paragraf sebelumnya yang mengisahkan tentang Dewa Wisnu
yang menjelma menjadi Awatara Wamana, dan mendatangi Raja Bali terjadi pada
awal zaman Tetra Yuga, lalu kapan zaman Tetra Yuga di mulai?, kalau di hitung
mundur dengan kalender Georgian, zaman Tetra Yuga di mulai 2.163.102 Sebelum
masehi, jadi klaim bahwa wilayah Bali baru di huni tahun 3000 tahun sebelum
masehi adalah keliru, karena pada awal zaman Tetra Yuga, di Bali sudah tertulis
memiliki kerajaan yang besar, 2 juta tahun sebelum masehi, jauh sebelum Adam diciptakan
di akhir zaman Dwapara Yuga, yaitu di tahun 5736 sebelum masehi, yang merupakan
pergantian antara Dwapara Yuga dan Kali Yuga.
Dalam kisah lain di kitab Purana, Raja Bali pernah di minta salah
satu keturunan asura yaitu Brahmasura untuk membantu merebut Amerta dari para
Dewa, waktu itu Raja Bali yang merupakan satu keturunan Asura dari kaum Ditya
membantu tapi tidak mau terlibat terlalu jauh dalam konflik itu, berkat bantuan
Raja Bali, konflik itu yang akhirnya dimenangkan oleh golongan Asura, setelah
mengalahkan para Dewa yang dipimpin Dewa Indra, kemudian para Dewa dari kaum Aditya
meminta bantuan Dewa Wisnu, karena melihat kondisi para Dewa tersebut, akhirnya
Dewa Wisnu mau membatu, kemudian beliau menjelma sebagai Mohini, kapan kisah
itu terjadi? Kisah itu terjadi di akhir zaman Satya Yuga yaitu ditahun 2.996.000
Sebelum masehi.
Kisah Dewa Wisnu yang menjelma menjadi Mohini, disebabkan karena para Dewa
kalah dalam perlombaan menemukan Amerta yang jatuh ke samudera, Dewa
Wisnu khawatir jika Amerta jatuh di tangan para Asura, maka akan timbul
kerusakan besar di muka bumi, sehingga Dewa Wisnu menjelma menjadi perempuan
yang berparas sangat cantik untuk menggoda para Asura, dalam kitab Wisnupurana,
di kisahkan Mohini berhasil membunuh seorang Asura bernama Brasmasura, Brasmasura
sendiri adalah pemuja Dewa Siwa, dia melakukan tapa dan puja pada Dewa Siwa,
dan akhirnya karena ketekunannya Dewa Siwa memberikan anugerah kepadanya yang
itu tangan kanan yang sakti, apapun yang di sentuh dengan tangan kanan
Brahmasura akan hancur menjadi debu, kemudian Brasmasura ingin mencobanya
kepada Dewa Siwa, melihat hal itu Dewa Wisnu yang sudah menjelma menjadi
Mohini, mendatangi dan menggoda Brasmasura, melihat kecantikan Mohini, Brasmasura
hatinya terkiwir-kiwir lalu mengajak Mohini untuk menjadi istrinya, Kesempatan
ini di gunakan dengan baik oleh Mohini untuk melancarkan triknya, Mohini mau
menjadi istri Brahmasura dengan syarat, Brasmasura sanggup menirukan gerakan
tarian Mohini, Brahmasura yang sudah di mabuk cinta, mau menerima persyaratan
yang di berikan Mohini, awalnya Brahmasura kesulitan mengikuti gerak tarian
Mohini, tetapi lama kelamaan Brasmasura agak mampu mengimbangi tarian Mohini,
saat itulah Mohini mengambil kesempatan, Mohini menari sambil tangan kanannya memegang
kepalanya, kemudian di tiru oleh Brasmasura, dan akhirnya karena tangan kanan
Brasmasura menyentuh kepalanya sendiri, hancurlah dirinya menjadi debu.
Brasmasura
yang menirukan Mohini menari
Nusantara dulunya di huni oleh para Asura (raksasa) bukan hanya di Bali,
di tempat lain yang sekarang bernama Sumatera, juga terdapat sebuah keRajaan
yang megah, yang akan di jelaskan pada bagian ke tiga dalam buku ini.
Salah satu
bentuk Asura dari Bali
Pada saat itu Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan masih menjadi satu, yang
sering disebut dengan sebutan Sundaland, Nusantara di kenal sebagai Negeri Api
yang akan di bahas pada bagian lain buku ini.
Setelah membaca semua ulasan sebelumnya, jangan di kira peradaban Bali
itu masih baru, Bali sudah memiliki peradaban 2.996.000 Sebelum masehi, jauh lebih
tua dari peradaban Sumeria, Mesir dan Cina.
Hilangnya peradaban Bali Purba
Sebagian besarnya hilangnya peradaban Bali purba tak lepas dari
peristiwa alam, yaitu meletusnya gunung Bromo purba ditahun 197.980 sebelum
masehi, yang menyebabkan terjadinya kaledar dengan
kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 100 kilometer persegi.
Gunung Bromo yang bisa di lihat sekarang
hanyalah anak gunung bromo dengan ketinggian 2.392 meter di atas
permukaan laut(mdpl), padahal sebelumnya gunung Bromo purba merupakan gunung tertinggi ke dua
setelah gunung Toba purba, waktu itu gunung Bromo purba setinggi 5.768 meter di
atas permukaan laut(mdpl), masih lebih tinggi gunung Bromo purba dibandingkan
dengan gunung Semeru yang ada sekarang dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut(mdpl).
Letusan
gunung Bromo purba yang mengarah ke timur dan utara bukan hanya mengubur
peradaban kerajaan Bali purba, tetapi juga mengubur peradaban kerajaan Madura
purba.


No comments:
Post a Comment